Tampilkan postingan dengan label Strategi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Strategi. Tampilkan semua postingan

6 Cara Mengerjakan Pekerjaan yang Membosankan

Seberapa cintakah Anda pada pekerjaan Anda? Kecintaan pada pekerjaan memang membuat kita berpeluang lebih tinggi untuk meraih keberhasilan. Namun, tidak semua bagian dari pekerjaan yang kita miliki itu menyenangkan. Ada hal-hal tertentu yang membuat kita merasa kurang nyaman, kurang bebas, atau terkekang saat bekerja.

Jangan terlalu memikirkannya
Satu cara untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan yang tak terlalu menyenangkan ialah dengan tidak terlalu memikirkannya dalam-dalam. Tentu saja Anda masih harus berkonsentrasi saat mengerjakannya tetapi jika Anda menyibukkan diri menyelesaikannya dengan mengerjakan, bukan membicaranya atau memikirkan, pikiran Anda akan tersibukkan dan teralihkan dari pikiran negatif yang membuat tidak produktif. Memikirkan kekhawatiran akan sesuatu yang belum terjadi ialah penyia-nyiaan tenaga dan waktu.

Temukan cara alternatif untuk melakukannya
Cara lain untuk mengatasinya ialah dengan menemukan cara alternatif untuk melakukannya. Misalnya jika Anda kurang menyukai tugas administrasi kantor yang monoton, lakukan dengan metode yang bervariasi, mengerjakannya diiringi musik kesukaaan, atau di tempat yang tenang dan minim gangguan.

Lakukan tanpa ditunda
Penundaan akan membuat beban terasa lebih berat. Saat tugas terselesaikan dengan segera, beban Anda akan terasa jauh lebih ringan. Setelah terbebas dari pekerjaan yang kurang menyenangkan itu, pikiran dan energi Anda bisa lebih leluasa fokus ke tugas-tugas lain yang lebih menyenangkan.

Lakukan sedikit demi sedikit
Melakukan dengan sekaligus akan memberatkan. Melakukan sedikit demi sedikit akan terasa lebih ringan. Disiplin juga diperlukan di sini. Anda harus konsisten mengerjakannya sedikit demi sedikit, jangan melewatkan jadwal yang sudah ditentukan.

Berikan pujian pada diri sendiri saat memulai
Ingatlah bahwa saat Anda mulai mengerjakan tugas yang sulit atau membosankan, Anda sedang melakukan sebuah pekerjaan yang dihindari dan dibenci oleh banyak orang. Memulai ialah bagian yang paling sulit dalam proses tersebut. Namun begitu Anda sudah mulai, mungkin akan sulit berhenti bekerja karena Anda mendapat keuntungan dari momentum.

Misalnya, Anda bisa memutuskan untuk bekerja 5-10 menit mengerjakan satu pekerjaan. Setelah Anda bekerja dalam jumlah waktu itu, lihatlah jika Anda masih ingin untuk berhenti mengerjakannya atau Anda masih melanjutkannya.

Setiap kali memulai bagian terberat suatu pekerjaan, kita akan merasa amat percaya diri setelah melewatinya dengan baik. Kita tahu persis bahwa situasi itu bisa memburuk.

Ingatlah pengalaman masa lalu Anda
Setiap orang pasti pernah menyelesaikan sebuah pekerjaan yang sulit sebelumnya, tetapi apakah Anda ingat bagaimana perasaan Anda setelahnya? Menyelesaikan pekerjaan yang sulit dan membuat kewalahan justru sering membuat kita merasa puas dan percaya diri.

Saat sebuah pekerjaan berat muncul, fokuslah pada perasaan positif yang Anda miliki sebelumnya yang bisa dirasakan saat Anda sudah selesai. Perasaan positif itu membantu Anda untuk mulai dengan pekerjaan Anda dan menyelesaikannya dengan mudah. Setiap kali kita mulai sebuah pekerjaan, ingatlah untuk menyadari perasaan positif yang bisa dirasakan setelahnya. (*/Akhlis)


Thanks for visited my Blog :)| Email me : mgg.creative@gmail.com

Kiat Menemukan Ide dan Mengembangkan Ide

Kiat didefinisikan sebagai cara/strategi/taktik/kunci.

Kiat menemukan ide adalah mengenali dimana sumber ide itu berada.

Dimana ide berada?
Sumber ide :
Manusia (siapapun selain diri sendiri), media bacaan (Koran, buku, majalah, bulletin, jurnal, dll), media (radio, televise), tanaman (bunga, padi, singkong, tanaman hias, sayur mayur dll), binatang (dari gajah, macan, belalang hingga nyamuk), gedung (dari yang tinggi hingga rumah bedeng/tenda), bangunan, fenomena/kejadian dalam masyarakat, media pergaulan seperti face book dan ragam produk jaringan internet, kemajuan teknologi, bencana,  rasa bahagia atau pun sedih, gembira atau terluka, segala yang hidup dan bahkan kematian adalah sumber ide untuk menulis/ditulis. Nah, disitulah kita bisa menemukan ide.


Bagaimana menemukan ide?
Ide bisa ditemukan melalui berbagai cara baik dengan sengaja maupun tidak sengaja dan kapan saja.
Mereka yang berjiwa penulis, gemar membaca, mendengarkan, melihat, merasakan, berfikir dan memikirkan. Mereka yang tidak hobby seperti yang saya sebutkan, tidak akan bisa menulis. Kebiasaan ini akan mengundang munculnya ide yang selalu baru. Pelan tapi pasti, indra mereka menjadi sensitive terhadap fenomena apapun.

Ketika saya mencium wangi hangus bahu nasi liwet di perkampungan kuliner, tiba-tiba saya berfikir  menulis tentang bagaimana aktivitas ekonomi mereka. Ini bisa menjadi sebuah usulan program penelitian dan pengabdian masyarakat di perguruan tinggi (yang tentu saja ada pendanaannya).

Ketika mata saya menyaksikan anak kecil yang mengemis di pinggir jalan, saya mendapat ide menulis tentang kemiskinan dan cara pemerintah menanganinya, ini menjadi judul artikel Koran.

Ketika saya menyaksikan lansia mengemis di jalanan, saya berfikir  dan bertanya “kemana anak-anak mereka”. Apakah mereka tidak punya cukup kasih sebelumnya kepada anak-anaknya sehingga sekarang ini tak ada lagi anak-anak yang mengasihinya. Ini menjadi rencana sebuah judul buku “kehilangan kasih”.

Ketika saya mendengar  berita tentang bayi-bayi dibuang, saya berfikir “apa saja yang dikerjakan oleh para guru di sekolah”. Menjadi salah satu materi dalam buku saya “Being a Natural Mother”.

Ketika saya menemani kedua orang tua saya dalam keadaan sakhratul maut, jadilah buku “Guru Kematianku”, yang insyaallah 2 minggu lagi terbit.

Kiat Mengembangkan Ide?
Cara yang paling umum mengembangkan ide adalah dengan menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang disebut sebagai WH_Questions (What, Why, When, Where, Who (m), How (to solve)), namun pelaksanaannya dapat saja merupakan kombinasi salah dua atau salah tiganya.

Adapun teknisnya bisa dengan menggunakan pemetaan pikiran/mind mapping sederhana.
Simpulan;
Kiat menemukan dan mengembangkan ide adalah melatih kepekaan/sensitifitas indra terhadap setiap kejadian di sekitar, lalu menggagas apa yang seharusnya dilakukan dengan fenomena yang dilihat tersebut.

Cara meningkatkan sensitifitas adalah dengan berlatih terus menerus/membiasakan diri antara lain:
Mendengar lalu menulis
Melihat lalu menulis
Membaca lalu menulis
Merasakan lalu menulis
Jangan lupa dalam proses menulis juga “memikirkan jalan keluarnya”.

Selamat menulis dan salam bahagia!

Thanks for visited my Blog :)| Email me : mgg.creative@gmail.com